Wisata Religi Penuh Makna, MI Sultan Agung 1 Kalipoh Gelar Ziarah wa Rihlah
Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter, spiritualitas, serta wawasan kebangsaan, MI Sultan Agung 1 Kalipoh mengadakan kegiatan Ziaroh wa Rihlah pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IV dan V, guru, serta wali murid ini berlangsung dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan.
Perjalanan diawali dengan mengunjungi Makam Pendiri Madrasah di Somalangu, Kebumen, sebuah kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam dan pendidikan pesantren tertua di Pulau Jawa. Kunjungan ini memiliki makna yang sangat istimewa karena salah satu keturunan pendiri Pondok Pesantren Somalangu, yaitu Bapak Haris, merupakan salah satu pendiri MI Sultan Agung 1 Kalipoh.
Di tempat yang sarat sejarah tersebut, para siswa diajak mengenal jejak perjuangan para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun tradisi pendidikan. Doa bersama yang dipanjatkan di makam para pendahulu menghadirkan suasana khidmat dan penuh penghormatan. Momen ini menjadi sarana pembelajaran yang berharga untuk menanamkan rasa hormat kepada para ulama dan tokoh yang telah berjasa dalam dunia pendidikan Islam.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Makam KH. Muhammad Munawwir di Krapyak, Yogyakarta. Ulama besar yang dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Krapyak tersebut memiliki kontribusi luar biasa dalam pengembangan ilmu Al-Qur'an, khususnya dalam bidang qira'ah. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai perjuangan dan ketekunan Mbah Munawwir dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada umat.
Kegiatan ziarah di Krapyak menjadi media pembelajaran karakter yang nyata. Para siswa diajak meneladani sifat istiqamah, keikhlasan, kesungguhan dalam belajar, serta dedikasi seorang ulama yang ilmunya terus mengalir manfaatnya hingga saat ini.
Setelah rangkaian ziarah selesai, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Monumen Dirgantara atau Tugu Pancuran, salah satu ikon Yogyakarta bagian timur. Di lokasi ini, para siswa menikmati suasana kota sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai sejarah monumen yang berkaitan dengan dunia kedirgantaraan Indonesia. Keceriaan tampak menghiasi wajah para peserta saat mengabadikan momen bersama teman-teman, guru, dan wali murid.
Agenda berikutnya adalah berziarah ke Makam Raja Mataram Sultan Agung di Imogiri. Namun karena waktu sudah menjelang sore, kompleks makam telah ditutup sehingga rombongan tidak dapat memasuki area makam. Meskipun demikian, para siswa tetap mendapatkan penjelasan dari guru pendamping mengenai sosok Sultan Agung sebagai pahlawan nasional, pemersatu bangsa, serta tokoh yang memiliki peran besar dalam perkembangan tradisi Islam di tanah Jawa.
Penjelasan tersebut terasa semakin dekat dengan kehidupan siswa karena nama Sultan Agung juga menjadi nama yayasan yang menaungi madrasah mereka. Dengan demikian, para siswa dapat memahami filosofi dan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di balik nama besar tersebut.
Ketua Panitia, Bapak Agus Santoso, S.Pd., menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan wali murid atas belum terealisasinya kunjungan ke Makam Sultan Agung dan Syekh Bela-Belu sesuai rencana awal. Meski demikian, beliau bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MI Sultan Agung 1 Kalipoh, Bapak Yasir, M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia atas kerja keras yang telah dilakukan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Beliau juga mengungkapkan rasa bangga kepada para siswa dan wali murid yang menunjukkan kedisiplinan serta antusiasme luar biasa selama mengikuti kegiatan.
"Kegiatan Ziaroh wa Rihlah ini bukan sekadar perjalanan rekreasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sejarah, spiritual, dan sosial. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin mengenal jejak perjuangan para ulama, khususnya mereka yang telah berjasa dalam perkembangan madrasah kita tercinta, mencintai tradisi ilmu, serta memiliki kebanggaan terhadap sejarah bangsanya," ungkap beliau.
Dalam perjalanan pulang, rombongan menyempatkan diri beristirahat di Alun-Alun Purworejo, salah satu alun-alun terluas di Pulau Jawa. Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai penutupan kegiatan. Anak-anak menikmati waktu bebas dengan bermain, membeli jajanan, serta berfoto bersama. Tawa ceria yang terdengar menjadi gambaran kebahagiaan mereka setelah menjalani perjalanan panjang yang penuh pengalaman berharga.
Kegiatan Ziaroh wa Rihlah MI Sultan Agung 1 Kalipoh tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Melalui perjalanan ini, para siswa diajak belajar langsung dari sejarah, meneladani perjuangan para ulama, memperkuat nilai-nilai religius, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Semoga pengalaman berharga ini menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, menghargai jasa para pendahulu, mencintai ilmu pengetahuan, serta senantiasa membawa semangat belajar dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.